Labels

Thursday, August 30

Agustus 4 Hari


Tiga puluh bulan depalan
Aku sudah di penghujung bulanmu. Menyabit dan samar. Malamku selalu jadi biru sejak engkau membekaskan peluk dalam dada; dalam-dalam. Cintamu sesegera jadi jamur, dan rindu yang tak punya buntu.

Dua puluh tiga bulan depalan
Senja yang manis, cinta datang waktu kau hampir diredupkan malam. Tak berkata, hanya senyum dan salam, membuat lidah kelu; membisu. Jinggaku melambangkan rindangnya kasih padamu. Selalu mendamba pada waktu bersama, sayangku...

Dua puluh empat bulan delapan
Pagiku indah oleh sapamu. Lihatlah embun di daun talas depan rumah, lembut dan penuh intrik.

Dua puluh lima bulan delapan
Senja mengantarmu pulang, kembali meninggalkan deru rindu yang masih ada. Menyisakan sekelumit kata dan senyum yang menggantung, menyesakkan dada, membendung air mata. Sesegera peluk dan cium jadi bekas dan luka. Kau lambaikan senyum pada wanitamu ini. Meninggalkannya sendiri dengan setangkai harap.

No comments:

Post a Comment