Labels

Sunday, February 5

Maaf Aku Melanggar Janjiku

(ditulis saat aku tak bisa tidur. Ditengah malam pukul dua-lima delapan)
Bisakah angin ungkap saja sebuah kejujuran?
Yang aku tak pernah tahu dari mulutnya
Entah yang pergi atau datang mengetuk setiap pintu
Akankah ia berseru
Dan menyeru darimana kau berada
Terlahir dari rahim seorang wanita tua, rapuh dalam genggaman
Andai kita hitung bersama, berlomba berebut kita tunjuk
Hitung berapa pijar bintang disana
Yang Tuhan sudah gantungkan, untuk saling bercakap ditengah gelap

Aku sudah membaca isyarat. Sudah
Disetiap dentum waktu dan detik saling bertemu
Aku tak bisa membuatnya berhenti, barang sejenak saja
Maaf kulanggar janjiku
Akan berlalu menjadi masa lalu, sayang

No comments:

Post a Comment