Labels

Saturday, February 4

Kopiku Malam Ini

Kubiarkan jemariku merengkuh gelas merah ini
Panas kopi dan harum seduhannya menguap disini; dikamarku
Kucium aromanya dengan pelan dan penuh rasa
Sepertinya kau terlalu pekat mala mini
Maaf, ini tanpa raba dan peka
Merahnya menghitam, masih panas
Kubagi manisku padamu, kita berbagi manis malam ini, tak hanya dirimu saja
Mengental sudah rasamu, seperti mimpi-mimpi anak manusia
Mengendap sudah ampasmu, seperti masa lalu yang jadi bagiannya
Menguap sudah aromamu, seperti semangat pejuang negeriku dulu
Kukecup lewat bibir gelas merah, perlahan dan bertumpu
Aku tak paham hidup apa ini
Memutar searah jarum jam, seenaknya memukul angka-angka itu
Aku tak paham dunia yang kupijak; dan kau
Kopiku malam ini makin dingin dan semakin dingin

No comments:

Post a Comment