Labels

Friday, February 17

Kekasih Diujung Senja

Seorang kekasih diujung senja dengan topi anyamnya sedang menikmati sentuhan mentari yang memerah itu. Senyumnya terkembang sepanjang senja sampai hilang dan digantikan malam. Sesekali ia menunduk untuk mengeluskan jari lentiknya memutari sisi topi anyamannya, dan berpaling. Membiarkan angin laut mengibaskan rambut panjangnya menutupi sebagian paras ayu. Senyum itu sesekali terputus, lantaran teringat kekasih yang dicinta tak memeluknya, seperti senja yang memeluk mesra hati dan jiwanya. Desir ombak seperti memanggil nama kekasih yang dicinta, dengan riak dan gulungannya yang menghantam karang dan membasahi ujung jemarinya. Ia hentakkan kaki kecil nan bersih itu kepada bumi; bumi yang berpasir. Ia melukiskan nama diatas pasir basah: CINTA

No comments:

Post a Comment