Labels

Saturday, February 11

Hujan Pukul Tujuh

Ia terpanggil sebagai seorang pencemburu hebat
Kepada hujan yang menjatuhkan namanya
Setiap kali ia merindu, tak ubahnya pendulang cinta gadungan
Mengayak rasa dan batin wanita
Pukul tujuh ia mendongak melihat paras hitam
Seraya berkata “ini akan jadi hujan pukul tujuh”
Sebuah novel merah tengah ia baca, basah
Ditimpuk mesra bulir yang dibawa angin
Lalu ia menggerutu “sungguh keterlaluan! Hujan pukul tujuh ini!”
Wanita dengan kesendiriannya; tanpa kopi di gelas merah

Kopi itu adalah cinta di dalam gelas. Andrea Hirata: Cinta di Dalam Gelas

No comments:

Post a Comment