Labels

Thursday, February 16

Gelas Merah

Serbuk hitamku merembas larut dengan air panas dan menguap meyergap malam
Aromanya semerbak manis dan menutupi langit-alngit ruang
Macam Tuhan yang diatas menyegerakan manusia-Nya untuk memohon
Aku memohon cinta pada gelas merah diantara pusaran hitam
Yang manisnya mengendap didasar
Tengok lah ke atas dan bawah jika berjalan, macam maling agama yang memaksa berpikir
Tuhan-Nya tak memata-matai tingkah laku
Mulanya panas ditolak genggaman tanganku
Kopi hitam yang semakin keruh dan hitamnya mengendap didasar
Ia akan tetap manis dan hangat pada setiap malam-malam; bahkan yang dingin

No comments:

Post a Comment