Labels

Thursday, February 2

Escape to Bookstores. Part.2

Udah puas-puasin “kencan” di toko buku, aku putusin buat ke Simpang buat nghabisin sore disana. aku dapet 2 buku: Madre sama Indonesia Habis Gelap Terbitlah Terang. Dengan enaknya berlenggang sendirian ditemani suasana jalan raya yang padat kendaraan karena jam pulang kantor sore itu. rasa capek udah mulai merambat nih. Dari pagi perjalanan balik ke Semarang, belum istirahat sedikitpun. Sampai di kost, langsung beres-beres, mandi, cabut ke toko buku.
Sore itu suasana Simpang udah gak terlalu rame, cuma ada beberapa orang aja yang lagi jalan-jalan disekitar situ, dan beberapa anak muda lagi main basket, olahraga yang bikin kebanyakan cewek-cewek njerit histeris gak jelas gitu.
Ini waktu yang bagus buat baca, walaupun udah sore. Oke. Sebelum kesana, perutku minta diisi dulu. Aku ke warung kaki lima di seberang. Naaah, baru 5menit duduk disitu, udah ada pengamen. 4 anak umuran Sekolah Dasar semua. Salah satu dari mereka bilang “mba, dari siang belum makan, kasih makan aja mba…”. Ah tau aja kalau aku suka anak kecil, rasa empatiku muncul. Gak pake lama, aku bilang “iya ambil aja dek. Dibagi ya kalian berempat.”
Udah kenyang, aku buru-buru ke Simpang. Aku duduk didekat lapangan basket. ya sambil liat anak-anak kejar-kejaran bola di sana. Dibawah pohon yang gak rindang-rindang amat, aku duduk liat kanan kiri. Ramai. Aku suka baca buku di keramaian kaya gitu, sembari menikmati anak hujan mampir ke lembaran buku yang aku baca. Sampai maghrib, aku ke masjid Baiturrahman, shalat, dan istirahat sebentar. Jam 7 aku ke Gramedia. Dan, seperti biasa…jalan kaki dan sendiri. Ehm, gerimis belum berhenti dari sore tadi loh.

Di lantai dua, pemandangan sedap sudah menunggu: ribuan buku yang nangkring apik di rak-rak!. Huaaa! Nih tanduk dua udah nyolot aja keluar dari kepala. Taring udah meruncing! Siap memangsa! Hahaha. Sasaran pertama kalau udah disana pasti nyambangin bagian New Arrival, trus ke Best Seller, ke bagian Karya Sastra, ke rak-rak biasa, trus ke Bahasa. Biasanya aku duduk dibagian sastra, baca-baca buku yang udak kebuka. Kalo gak ada yang menarik, ya ke bagian bahasa, nyari buku English materials buat belajar dikit-dikit, buat nambah ilmu.
Nyaris 3 jam disana, sampai orang-orang pulang, sepi, dan diusir sama orang situ. Hehehe. Ya kebiasaan burukku kalau udah di toko buku: lupa waktu. Kadang itu lebih berharga daripada aku sempetin keluar cari makan sebentar.
So far so good. menyenangkan sih buatku. Dan emang jiwaku suka sama hal-hal yang kaya gitu. Pergi dan menikmati waktu yang perlahan menghujam diri. Well, sometimes they say that it’s unusual thing I do, but nobody can complain it actually! I know that’s not good enough for a woman, not I. I love do this so much!

No comments:

Post a Comment