Labels

Tuesday, January 17

Rindu yang Bergelayut

Aku kembali datang sore ini
Dihadapanmu, mengadu rindu
Kukatakan pada senja nanti, aku sematkan senyum terhangat dibalik punggungnya
Hingga kau lihat kelam, tak berbayang
Disana, diriku bersandar
tak akan ada pelangi merangkul hujan, semua memutih
Memilih
Hujan memilih untuk datang menjelang senja
Merangkul jiwaku yang dingin, dan semakin dingin
Karenamu, bersama disudut kota


TERTINGGAL
(di bus dalam perjalanan pulang)
Aku menatapmu dari jendela mata
Sinarmu nyaris tak terasa, hambar
Tersayat antara garis-garis hitam, berbayang
Menguncup mataku ditahan putih sinarmu
Merasuk ruang hampa, kalbu berburu
Perlahan dikecup senja
Tertinggal aku dan imajiku, tentang mimpi dan engkau
Magelang, 28 Desember 2011


(disudut ruang di suatu rumah; hujan)
Senja selalu mengadu di setengah gelap sisi bumi
Mengadu teriris batas alam, selalu tersirat
Akan ada kabar dari sisi lain, dari arah lain
Arah angin meliukkan debu dan menerbangkan dedaunan
Kesana, ke peraduan tak berbatas
Aku ingin mengutip kata-kata
Menyemaikan yang sudah terpateri disini
Disini, di sebuah ruang yang tak kau ketahui
Di luar sana akan ada terang dan gelap
Kau tak akan tertatih kesana, terang mengantarmu
Dan gelap sudah dibelenggu


(teruntuk teman dekat yang menginspirasi)