Labels

Friday, January 20

Escape To Bookstores Part.1

Selama perjalanan menuju Semarang, aku sudah membayangkan seperti apa buku yang akan aku baca itu. Aku tak paham dengan pikiranku, begitu tergila-gilanya aku dengan buku Filosofi Kopi-nya Dewi LestariAku suka baca buku dan berusaha buat punya buku yang aku suka. Iitu saja. Aku melongok sejenak keluar dan sedikit menengadah ke atas, langit sedang gundah ternyata. Menggantung mengelabu.

Sembari menikmati hujan rintik-rintik, aku buka account twitter-ku. Biar kejenuhan ini luntur dan hanyut terbawa hujan. Asik mantau timeline, temanku ada yang mention. “@aulia_yuhuu @tikaprananda udah punya buku Madre belum?”. Iya, itu alasan kenapa aku cepat-cepat balik ke Semarang, selain diberi kabar ada inspeksi medadak dari lembaga ke basecamp EDSA. Segera aku reply

“@aulia_yuhuu ntar malem dapet. Kenapa?”.
“@tikaprananda pinjem dong say…”.
“haha iya nih. Batas peminjaman maksimal 1minggu ya RT @aulia_yuhuu: @tikaprananda pinjem dong say…”.

Badanku sudah capek dan pegal-pegal selama perjalanan. Sepertinya butuh pijat untuk mengendorkan otot-otot yang aku paksa bekerja ini hehehe. Ngilu sekali, menjalar dari kepala-leher-pundak-punggung-lutut-kaki.

Aku berusaha mengalihkan perhatianku soal sakitku itu. Aku iseng membuat puisi, tentang hujan tentunya. Aku ketik di handphone-ku, karena pulpen yang aku bawa pulang kemarin, ketinggalan di meja tengah, tempat biasa aku orat-oret dan ng’type semauku. Apa saja yang ingin aku ceritakan dan curahkan. Aku sempat galau karena tak pegang pulpen dan kertas. Hahaha. Dan seperti biasa: tanpa judul

(dalam bus dan rintik hujan)
Dalam kelabu aku bernyanyi
Mengiring menyambut hujan pagi di kota
Sudah kusergap dari sini
Sebelumnya akan kemana jauh berlari
Mengidung daun basah berbulir
Menggoda hati kian rindu
kabut ini hanya sekuku, selebihnya binar matamu
Wonosobo, 19 Januari 2012

Dari rumah, aku sengaja membawa salah satu buku curianku dari perpustakaan daerah waktu SMA dulu (sorry, dilarang niru hihihi…). Buku motivasi Best Seller You can Do It karya Paul Hanna. Biar perjalananku tak terasa lama; mengurangi kebisingan dan rasa kantuk. Sudah jauh-jauh hari aku membuat rencana kecil-kecilan kalau sudah sampai disana. Di rumah, aku sudah punya cukup banyak referensi buku yang ingin kau baca.

Kalau sudah sampai, hari itu akan aku habiskan untuk main ke toko buku. Mencari buku-buku yang bikin membuat aku penasaran. Oh iya, didalam buku yang aku baca tadi, aku menemukan kata-kata seperti ini: 


"Target adalah mimpi yang memiliki batas. Membuat target seperti kita memesan makanan. Tetapkan pesanan Anda secara rinci (Fokus), Bayarlah (Bulatkan tekad dan bekerja keras), Nikmati (Manfaatnya)."

Aha! Sepertinya aku sudah cukup benar kali ini. Aku punya target: escape to book stores. Aku semakin tidak sabar untuk segera sampai. Bukan tanpa tujuan pastinya, daftar bukuku sudah mengantri hehehe. Sudah “memesan”, tinggal “bayar” dan “makan”. Ehm, 5 jam cukup sekali untuk menyusun strategi apa saja untuk menghabiskan sore dan malam.

Teman-teman kost-ku belum akan balik ke kost karena masih menikmati masa-masa “hibernasi” mereka dirumah. Jangan tanya kenapa aku cepat sekali kembali ke kost; bosan dirumah. Iya! Aku sempat ng’tweet seperti ini “ah pak rektor mengganggu 'hibernasi'ku saja. Minggu tenang pun di'jajah'. Mengenaskan!”