Labels

Thursday, December 15

Senandung Kala Hujan

Sudah lama kau tak memberi kabar, kawan. Aku sangat merindukanmu disini. Setiap malam, aku berharap kau datang menemaniku. Memberi ruang untuk kesendirianku. Sudah 4hari tepatnya kau tak muncul. Ehm, akhirnya malam kelima ini kau datang. Aku tak sabar ingin berbagi cerita denganmu. Aku punya banyak hadiah untuk kau bawa kepada orang-orang yang ingin kau kunjungi. Jangan lewat, salamku dari gadis yang merindumu. Malam ini, kau terlihat sedikit lelah. Pasti sudah banyak rintik yang kau suguhkan untuk jiwa-jiwa perintihmu dan pujangga yang mencinta, seperti aku. Aku yakin kau masih mau menemaniku, menatap dan mendengar celoteh riangku. Malam ini aku ingin bercerita tentangmu.
Iya, kau tak salah dengar, aku memang ingin berceloteh tentang dirimu. Kau mau mendengarnya? Oke. Kau tahu, setiap malam, disini, bersama riuhnya jalanan, aku terpaku menunggumu. Aku rindu kedatanganmu. Setiap kutengok ke angkasa, tak ada bintang bermain-main. Bulan pun muram rupa. Aku tak suka melihatnya. Dan saat itu, kau seperti memberi kabar kalau kau akan segera dating. Aku berdoan agar kau cepat dating menumpul ke bumi. Berbagi denganku. Aku rindu bau tanah basah. Aku rindu angin sejukmu. Aku rindu gemericik tarianmu. Aku rindu sentuhan kecilmu yang penuh cinta. Aku tak sanggup membayangkan jika saat ini kau tak ada. Kau tahu, saat kau datang, hatiku riuh menyambutmu. Senyumku melebar melihatmu. Walau dalam mendung, kau tetap cantik, kawan. Aku tahu kadang kau murka, tapi aku yakin, aku punya alasan yang tepat intuk itu. Dan aku menerima saja. aku tahu, kau kawan yang baik. Kau pernah bilang, kalau kau suka aku, pasti kau bilang, dan kali ini kau ingin memberitahumu kalau aku sangat menyukaimu. Jika aku salah, kau pasti memberitahukannya padaku. Aku senang kau ada dihidupku. Tak semua orang bisa meraba kebesaran cinta kasihmu, kawan. Aku hangat di diginnya anginmu. Aku riang bersama deraimu. Aku simpan jejak rintikmu dihatiku. Oh iya, aku punya satu bait puisi. Aku yang membuatnya sendiri, khusus untukmu, kawan. Semoga kau suka dengan puisiku dank au sudi menyimpannya. Jikalau kau merindukanku, kau bisa baca puisi itu berulang-ulang.

Hujan membawa kabar
Kau akan baik-baik saja
Dalam dekapan-Nya
Rintik itu tak akan lelah
Membawa kabarmu padaku
Bersama kesederhanaan, keteguhan
Senyuman dan kehangatan jiwa
Kepada gadis tak bertuan
Yang merindu
Hujan